PARAH..!!! Masih Banyak Jalan di Batanghari Rusak Tanpa Perbaikan

PARAH..!!! Masih Banyak Jalan di Batanghari Rusak Tanpa Perbaikan

Ruas jalan kabupaten dari Napirejo ke Balekencono tak bisa dilewati
|| Parah!” teriak Aris, salah satu Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lamphng Timur, saat melintasi ruas jalan penghubung antara Desa Nampirejo dan Desa Balekencona beberapa hari lalu. Dengan susah payah Aris melintasi jalan itu hingga harus terpelesat jatuh dan mengakibatkan tangannya terkilir.

Saat dikonfirmasi ke dua desa tersebut perihal jalan yang tidak pernah dibangun padahal merupakan jalan tembus dan usaha tani, Kepala Desa Balekencono, Subowo, menyatakan bahwa mereka tidak berani membangun karena statusnya adalah jalan kabupaten.

“Itu bukan jalan desa, melainkan jalan kabupaten makanya tidak tersentuh oleh anggaran dana desa. Kami tidak berani mambangun walaupun jalan itu memang sangat penting untuk masyarakat,” ujar Bowo.

Sementara Khairul Anam, selaku operator Desa Nampirejo, mewakili masyarakat menyatakan jalan itu tidak pernah diprioritaskan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

“Setiap tahun kami usulkan jalan itu melalui musrenbang, tetapi tidak pernah ada respons dari pemerintah kabupaten. Kalau diperbolehkan melalui dana desa, kami siap membangun tahun depan,” tutur Anam.

Perlu diketahui, banyak sekali jalur jalan kabupaten di Kecamatan Batanghari yang rusak parah, seperti jalur dari Desa Bumimas, Batangharjo, dan Bumiharjo. Selain itu jalur arah dari kantor kecamatan menuju Desa Nampirejo, dan juga jalur dari Pasar Templek Bumiharjo, Sumberrejo, ke arah Telogo Rejo atau Adiwarno.

Menurut Budi, masyarakat Kecamatan Batanghari, jalan-jalan itu sudah lama tidak tersentuh.

“Kalaupun dibangun hanya sedikit dan dengan kualitas yang buruk sehingga sisa yang terbangun belum sempat dibangun yang baru sudah rusak,” ujar Budi.

Kasi PMD Kecamatan Batanghari, S.IP. menyarankan untuk jangan bosan mengusulkan pada musrenbang kecamatan yang kebetulan dilaksanakan besok (Kamis, 18 Maret 2020).

“Sampaikan baik secara lisan maupun usulan tertulis, mudah-mudahan mendapat perhatian,” ujar Sabur.

Aris sangat menyayangkan hal itu mengingat di Kecamatan Batanghari ada lima anggota dewan.

“Kami sangat berharap perhatian dari berbagai dinas terkait dan para anggota dewan yang ada di Batanghari untuk menyuarakan hal ini. Saya korban dari ketidakpedulian ini,” pungkas Aris. || r-1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *