Tak Kunjung Diperbaiki, GASELA-42 “Aksi Angkat Sepeda” Protes Jalan Rusak

Tak Kunjung Diperbaiki, GASELA-42 “Aksi Angkat Sepeda” Protes Jalan Rusak

BATANGHARI (dayadesainstitute.com) Puluhan onthelis (para pengguna dan pecinta sepeda onthel) yang tergabung dalam Komunitas Gasela-42 (Gabungan Pecinta Sepeda Lama 42) menggelar aksi dadakan begitu melewati jalan yang rusak parah di Desa Bumimas, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, beberapa hari lalu. Hampir 80 anggota Gasela-42 secara serentak turun dari sepeda dan menggotong sepedanya masing-masing melewati jalan berlubang yang digenangi air hujan.

Menurut Yudi, Ketua Gasela-42, aksi ini terjadi begitu saja tanpa ada perencanaan sebelumnya.

“Semua bisa kompak. Mungkin karena merasakan hal yang sama, kesal dengan kondisi jalan yang rusak parah dan lama tidak diperbaiki oleh pemerintah daerah, ini bentuk dari protes, ini layaknya demonstrasi, hanya saja tidak kami publikasikan. Kalaupun nanti para pemangku kebijakan melihat dan mendengar ini, mudah-mudahan dapat menjadi masukan yang positif,” ujar Yudi saat diwawancarai seusai agenda ngonthel bersama.

Berbeda lagi tanggapan dari Hartono, salah satu anggota Gasela-42 yang juga ikut dalam aksi ini.

“Saya benar-benar tidak mengerti, jalan kabupaten di Desa Bumimas ini sama sekali tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Lampung Timur, padahal di desa sekeliling semua dibangun, kami seperti anak tiri yang dilupakan. Ada lima anggota dewan di Kecamatan Batanghari dari berbagai partai, saya sangat berharap mereka bisa mendengar keluhan ini. Kami ini menggunakan sepeda tua yang tidak sekuat sepeda-sepeda masa kini. Kami hanya ingin berolahraga dan menikmati jalan dengan nyaman. Tidak ada satu jalur pun di sini yang bisa dipilih, semua rusak parah,” ujar Hartono.

Dalam pantauan tim Daya Desa Institute, memang jalur mulai dari KBH 12 masuk ke Desa Bumimas 42 hingga ke arah beringin dan Desa Batangharjo 41, semua dalam kondisi rusak parah dan sudah lama tidak ada pembangunan maupun sekedar rehap.

“Saya sampai lupa kapan terakhir dibangun, saking lamanya. Kalau di 2021 nanti tetap tidak dibangun, saya gk ngerti lagi mau bilang apa, mungkin nanti kami benar-benar harus mengangkat sepeda kami kalau mau keluar,” ujar Saiful Bachri, salah satu sesepuh Gasela-42.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Bumimas, Yogha Trismawan, S.Pd., menyatakan sudah tiga tahun semenjak ia menjabat selalu memasukkan pembangunan jalan ini dalam rencana pembangunan dan disampaikan saat musrenbang kecamatan.

“Status jalan ini adalah jalan kabupaten sehingga kami hanya bisa memohon. Kalau jalan desa mungkin sudah selesai kami bangun menggunakan Dana Desa,” tutur Yogha.

Mengingat saat ini ada pergantian kepala daerah (bupati), maka seluruh masyarakat saat ini berharap banyak ada perubahan. Hal tersebut disampaikan Royani, Kepala Dusun Bumimas, yang juga anggota Gasela-42.

“Mudah-mudahan bupati dan wakil bupati yang baru merespons kondisi ini, begitu juga para anggota dewan yang ada di wilayah sini,” pungkas Royani penuh harap karena bosan ditegur warga terkait usulan pembangunan jalan ini. || ARIS-red1

Gasela-42 Aksi Angkat Sepeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *