Keren…!!! Demi Lestarikan Seni Budaya, Selorejo Gelar Pelatihan Tabuh Lesung

Keren…!!! Demi Lestarikan Seni Budaya, Selorejo Gelar Pelatihan Tabuh Lesung

BATANGHARI-LAMTIM (dayadesainstitute.com) Sebanyak 40 orang yang didominasi perempuan warga Desa Selorejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, hari ini (Sabtu, 19 Desember 2020), antusias mengikuti kegiatan Pelatihan Seni Tabuh Lesung yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Selorejo di Balaidesa setempat.

Menurut Juariyah, selaku ketua pelaksana kegiatan, peserta pelatihan terdiri dari perwakilan group-group tabuh lesung yang ada di Desa Selorejo.

“Di Desa Selorejo ada 9 group tabuh lesung. Sebetulnya masing-masing group memiliki banyak anggota, tetapi karena keterbatasan panitia hanya bisa mengundang 5 orang untuk masing-masing group. Semoga perwakilan group bisa menularkan ilmunya kepada anggota yang lainnya dan kami berharap pelatihan ini dapat berjalan lancar serta bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Juariyah.

Kepala Desa Selorejo, Supriono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seni budaya tabuh lesung ini harus tetap dilestarikan.

“Tidak banyak desa yang memiliki group tabuh lesung. Selain melestarikan seni budaya, kegiatan tabuh lesung merupakan kekayaan desa yang tidak dimiliki desa lain. Ini bisa menjadi kebanggaan Desa Selorejo. Untuk itu saya berharap seluruh peserta mampu menyerap semua ilmu yang disampaikan oleh narasumber,” ujar Supri.

Terkait narasumber, panitia pelaksana menghadirkan tiga orang. Narasumber pertama adalah Bapak Haryoto dari praktisi seni dan pensiunan guru seni yang menyampaikan materi tentang dasar-dasar bermain musik, narasumber kedua Bapak Anthonius Sukirman selaku seniman musik senior yang memberikan materi teknik bernyanyi, dan yang ketiga adalah Ibu Kusmartiyah, pensiunan guru seni dan juga praktisi seni ini menyampaikan materi tentang tari dan gending.

Seni tabuh lesung memang terdiri dari tiga cabang seni yang dimainkan secara bersamaan, yaitu seni musik, seni suara/menyanyi, dan seni tari.

Pendamping Desa P3MD Kecamatan Batanghari, Aris Hadianto, saat diminta memberikan sambutan dalam acara pembukaan pelatihan, menyampaikan peluang-peluang dan program yang bisa dilaksakan untuk kelanjutan pelestarian seni budaya.

“Tabuh lesung adalag seni budaya warisan leluhur, ini sudah ada dari zaman dahulu. Dulu bukan cabang seni, tetapi lebih pada budaya atau semacam ritual yang dilakukan untuk keperluan tertentu, seperti mengusir batarakala atau makhluk jahat yang muncul pada saat gerhana dan dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat dengan cara menabuh lesung. Saat ini tabuh lesung tidak lagi untuk keperluan-keperluan yang bersifat ritual yang bersifat mitos, tapi lebih kepada pelestarian budaya dan pengembangan seni yang dilakukan secara group atau kelompok,” ujar Aris.

Selanjutnnya Aris juga sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dilakukan secara rutin sehingga bisa ada peningkatan kapasitas yang luas.

“Saat ini baru pada dasar-dasar teknik tabuh lesung. Ke depan saya berharap Selorejo sudah mulai belajar soal manajemen seni pertunjukan, mengemas seni tabuh lesung untuk publik, atau mulai membuat konsep Desa Wisata dengan menguatkan daya tarik seni tabuh lesung. Mudah-mudahan Tahun 2021 masuk dalam anggaran kegiatan desa apalagi pariwisata juga merupakan salah satu prioritas dalam dana desa,” papar Aris.

Sebagai informasi, saat ini ada 9 group tabuh lesung di Desa Selorejo, yaitu Sekar Melati, Anggrek Biru, Kelenting Kuning, Mawar Merah, Selendang Sutra, Pandan Wangi, Sekar Madiyo Laras, Sekar Arum, dan Mawar Biru. || Aris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *