Kadis PMD: Dari 513 Kabupaten/Kota Se-Indonesia, Lamtim yang Pertama Gelar BID Secara Online

Kadis PMD: Dari 513 Kabupaten/Kota Se-Indonesia, Lamtim yang Pertama Gelar BID Secara Online

Kadis PMD Lampung Timur, Yudi Irawan, S.Sos., bersama Tim BID Lamtim.
LAMPUNG TIMUR (dayadesainstitute.com) Dalam situasi pandemi Covid-19, Kabupaten Lampung Timur tetap komitmen untuk turut serta dalam pelestarian kegiatan yang diwariskan Program Inovasi Desa (PID). Salah satunya kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) yang sukses digelar pada Selasa, 20 Oktober 2020.

Wahid Hamdan, selaku Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna P3MD Lamtim, menyatakan bahwa walaupun di tengah pandemi covid-19 kegiatan masih bisa dilaksanakan, tetapi harus dengan strategi yang tidak menyalahi protokol kesehatan.

“Saya bersama tim TA P3MD Lamtim lainnya hanya mendukung dan mendorong agar kegiatan berjalan lancar. Ada pilihan-pilihan strategi yang bisa diambil, salah satunya ya seperti ini, kegiatan dilakukan secara daring,” ujar Wahid.

Sementara Kadis PMD Kabupaten Lampung Timur, Yudi Irawan, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan Bursa Inovasi Desa di Lampung Timur.

“Dari 513 kabupaten/kota se-Indonesia, kegiatan BID secara online ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk turut melestarikan kegiatan BID yang sangat bagus bagi percepatan pembangunan di desa,” ujar Yudi.

Berpusat di Aula Kecamatan Mataram Baru, proses BID daring Tahun 2020 Lamtim ini diikuti oleh Kepala Desa, Ketua BPD, dan Tokoh Masyarakat  264 Desa dari 24 Kecamatan Se-Kabupaten Lampung Timur. Peserta mengikuti BID melalui layar proyektor di masing-masing kecamatan.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas PMD Lamtim, Yudi Irawan, S.Sos., M.Si. didampingi oleh Kabid PED dan Camat Kecamatan Mataram Baru mewakili Pj. Bupati Lampung Timur, Ir. Fredy, SM, MM. yang berhalangan hadir. Selain itu, turut berpartisipasi juga Koordinator TPP P3MD Provinsi Lampung, Mashuri, SP, Satker P3MD Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, dan Bappeda Lamtim, M. Eko Irawan.

Koordinator TA P3MD Lamtim, Riza Allatif, menambahkan bahwa kegiatan BID merupakan salah satu dari Pelestarian Program Inovasi Desa (PID) yang berakhir pada Tahun 2019 lalu.

“BID dianggap masih relevan untuk diselenggarakan di Tahun 2020 ini demi lebih inovatifnya penggunaan Dana Desa dan terjadinya percepatan pembangunan sesuai tujuan pembangunan nasional. BID Tahun 2020 Kabupaten Lampung Timur ini dilakukan secara online/daring mengingat situasi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 untuk meminimalisir kegiatan yang mengakibatkan berkerumunnya massa dan menekan proses penularan virus covid-19. Oleh sebab itu, tak bosan juga kami mengingatkan bagi desa atau kecamatan yang mengikuti webinar ini agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan konsep new normal: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak sesuai dengan pedoman yang dibuat pemerintah,” terang Riza.

Dalam proses registrasi, desa telah mendaftarkan peserta BID (kades, BPD, tokoh masyarakat) dan juga mengisi pilihan komitmen yang terdapat dalam Menu Bursa. Selanjutnya, komitmen tersebut akan divalidasi oleh desa (kades dan BPD) serta validasi dari Kadis PMD Kab. Lamtim.

Saat ini, sebelum proses validasi, untuk pemantapan, akan ada penjelasan-penjelasan singkat terkait menu-menu yang ada di jendela bursa dari para narasumber, dalam hal ini penjelasan akan diberikan oleh para Tenaga Ahli P3MD Lamtim. Untuk Jendela A dijelaskan oleh TAID Lamtim, Rahma Angel, ST., dan untuk Jendela B dijelaskan oleh TA PEMD, Muhdori, SE. sementara Jendela C digawangi oleh TA PSD, Arif Suhaimi.

Hasil dari kegiatan BID ini adalah ditandatanganinya komitmen desa berdasarkan menu bursa yang dipilih untuk dianggarkan pada APBDes Tahun 2021.

Ganjar Jationo, selaku PPK P3MD, mengingatkan agar para pendamping mengawal proses BID hingga ke penganggaran APBDes Tahun 2021.

“Kawal kegiatan di desa agar sesuai dengan program-program pembangunan nasional. Perhatikan Permendes PDTT No.13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021. Sementara untuk program provinsi yang harus disukseskan adalah program smart village,” papar Ganjar. || Aris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *