Desa Wisata Jadi Favorit dalam BID Lamtim

LAMPUNG TIMUR (dayadesainstitute.com) Pengelolaan dan Pengembangan Desa Wisata merupakan prioritas kegiatan dalam penggunaan Dana Desa Tahun 2021. Hal ini juga tertuang dalam Permendes PDTT No. 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Jika dilihat kondisi desa-desa yang ada di Indonesia, desa yang memiliki unit usaha di sektor pariwisata rata-rata memiliki tingkat Pendapatan Asli Desa (PADes) yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan desa lainnya. Dengan melihat kondisi itu juga yang menyebabkan sektor wisata menjadi hal yang “seksi” untuk dikembangkan. Banyak masyarakat dan perangkat desa berlomba-lomba menciptakan destinasi wisata di desanya ataupun mengembangkan potensi wisata yang sudah ada.

Geliat wisata juga ternyata tidak hanya direspons oleh desa yang memang memiliki potensi wisata, seperti laut, pantai, sungai, gunung, sungai, air terjun, dan potensi alam lainnya. Desa yang secara alam atau geografis tidak memiliki potensi juga tetap ambil bagian dalam geliat ini dengan mengandalkan kreativitas, inovasi, serta usaha tiada henti untuk terus menggali apa yang ada.

Keinginan kuat dalam pembentukan desa wisata untuk meningkatkan PADes juga dapat dirasakan hari ini, Selasa 20 Oktober 2020, dalam kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui Dinas PMD Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan yang berpusat di Aula Kecamatan Mataram Baru ini diikuti oleh Kepala Desa, Ketua BPD, dan Tokoh Masyarakat  264 Desa dari 24 Kecamatan Se-Kabupaten Lampung Timur.

Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas PMD Lamtim, Yudi Irawan, S.Sos., M.Si. didampingi oleh Kabid PED dan Camat Kecamatan Mataram Baru mewakili Pj. Bupati Lampung Timur, Ir. Fredy, SM, MM. yang berhalangan hadir ini ternyata juga menggambarkan geliat desa wisata, salah satunya adalah Desa Bumimas, Kecamatan Batanghari.

Yogha Trismawan, S.Pd., selaku Kepala Desa Bumimas menyatakan memilih untuk pengembangan desa wisata sebagai komitmen yang dituangkan dalam kartu komitmen BID untuk penganggaran Dana Desa Tahun 2021.

“Tidak banyak potensi alam di desa kami. Secara geografis desa kami adalah wilayah pertanian sehingga hampir 80% merupakan areal pertanian atau sawah. Namun, kami juga meyakini bahwa sawah juga sebetulnya bisa menjadi destinasi wisata yang menarik jika dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, dalam bursa ini kami memilih menu di Jendela A Nomor 13, yaitu Wisata Sawah Desa Pujon Kidul Tingkatkan Pendapatan Asli Desa. Semoga bisa kami aplikasikan di desa kami. Ya tentu saja tidak bisa kami adopsi 100%, harus dengan kreativitas menyesuaikan kondisi di desa kami,” tutur Yogha bersemangat. Pilihan menu ini juga diamini oleh Ketua BPD Desa Bumimas, Marwoto, SH yang juga sangat mendùkung gagasan desa wisata.

BID 2020 sukses digelar di Lampung Timur, di masa ini tidak banyak yang menggelar BID karena terkendala penyebaran covid-19. Oleh sebab itu, BID Lamtim yang dimotori oleh Tim TA TPP P3MD Lamtim, digelar secara daring.

Turut berpartisipasi juga dalam kegiatan ini Koordinator TPP P3MD Provinsi Lampung, Mashuri, SP, Satker P3MD Provinsi Lampung, Ganjar Jationo sebagai narasumber bersama M. Eko Irawan dari Bappeda Lamtim.

Proses BID daring ini dipandu oleh Aris Hadianto, pendamping desa Kecamatan Batanghari, yang bertindak selaku host webinar BID.

Menurut Aris, teknis BID Tahun 2020 kali ini masih mengadopsi teknis pelaksanaan BID di tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara offline oleh rekan-rekan TPID dalam Program Inovasi Desa.

“Proses masih sama. Pilihan kegiatan secara daring ini hanya memperkecil jumlah kerumunan, tetapi dengan esensi yang sama. Terjadinya proses tukar menukar ilmu dan terciptanya daya kreatif serta inovatif desa dalam penggunaan Dana Desa,” jelas Aris.

Selanjutnya secara bergantian para narasumber memaparkan program-program yang akan menjadi fokus dalam pembangunan. M. Eko Irawan menerangkan tentang arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Lampung Timur, Yudi Irawan memaparkan Permendes PDTT No.13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021, sementara Ganjar Jationo menjelaskan secara detil tentang konsep desa berjaya yang menjadi target Pemerintah Provinsi Lampung.

Menurut Ganjar, program smart village harus terus digalakkan.

“Kita harus mewujudkan smart village. Digitalisasi dalam pelayanan pemerintahan desa harus segera diimplementasikan,” ujar Ganjar.

Dalam BID Tahun 2020 Lamtim ini menampilkan berbagai menu inovatif yang diadopsi dari kegiatan-kegiatan desa di seluruh nusantara lengkap dengan dokumen pembelajarannya. Menu bursa dibagi dalam 3 kategori atau dalam pelaksanaan BID disebut 3 Jendela, yaitu: Jendela A untuk menu bursa INFRASTRUKTUR DESA,Jendela B menu bursa PENGEMBANGAN EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN DESA, dan Jendela C untuk menu bursa PENGEMBANGAN SDM. Dalam setiap jendela, terdapat menu-menu pilihan untuk dijadikan komitmen desa pada APBDes 2021.

Sebelum proses validasi, untuk pemantapan,

Webinar BID Lamtim
ada penjelasan-penjelasan singkat terkait menu-menu yang ada di jendela bursa dari para narasumber, dalam hal ini penjelasan akan diberikan oleh para Tenaga Ahli P3MD Lamtim. Untuk Jendela A dijelaskan oleh TAID Lamtim, Rahma Angel, ST., dan untuk Jendela B dijelaskan oleh TA PEMD, Muhdori, SE. sementara Jendela C digawangi oleh TA PSD, Arif Suhaimi.

Pilihan komitmen pada saat registrasi, belum menjadi pilihan final sebelum dilakukan validasi. Desa masih diberi kesempatan atau bisa untuk lebih memantapkan pilihannya atau bahkan mengubah pilihan komitmennya setelah membaca lebih detil maupun setelah mendengar penjelasan dari para narasumber.

Pada sesi ini, juga diberikan waktu untuk berdiskusi dan taya jawab terkait menu bursa. Peserta dipersilakan untuk bertanya kepada narasumber  jika ada menu-menu yang kurang dipahami, baik dari sisi dokumen pembelajarannya maupun dari sisi peng-aplikasian menu bursa sehingga dapat menentukan/memvalidasi pilihan menu dengan tepat.

TA TTG, Wahid Hamdan, S.Si., selaku koordinator dalam kegiatan ini menginformasikan bahwa pilihan-pilihan menu tersebut wajib disesuaikan dengan kondisi dan potensi di desanya masing-masing. Yakinkan bahwa menu tersebut dapat direalisasikan di desa peserta.

“Komitmen ini adalah untuk penganggaran di Tahun 2021, oleh sebab itu harus menyesuaikan juga dengan program-program pembangunan nasional agar dapat selaras dan harmonis dengan tujuan pembangunan nasional. Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa Menteri Desa PDTT sudah menerbitkan Permendes PDTT No.13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021. Permendes ini juga wajib menjadi pertimbangan penentuan pilihan, misalkan tentang fokus pada perekonomian dan usaha desa, tentang program nasional (Sustainable Development Goals/SDGs), dan soal komitmen untuk penanganan covid-19 dengan program-program yang menyukseskan kebiasaan baru,” papar Wahid.

Acara ditutup dengan pengisian kartu komitmen yang disediakan secara online dengan cara mengisi formulir yang ada untuk kemudian dicetak dan divalidasi oleh kepala desa beserta BPD yang kemudian juga divalidasi oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Timur || Aris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *