Lamtim Segera Gelar BID 2020 sebagai Wujud Pelestarian PID

Lamtim Segera Gelar BID 2020 sebagai Wujud Pelestarian PID

Rapat Koordinasi dan IST Pendamping Desa Lamtim tentang Bursa Inovasi Desa (BID) 2020 bersama TA P3MD Lampung Timur.

LAMPUNG TIMUR (dayadesainstitute.com) Bursa Inovasi Desa atau dapat disingkat BID merupakan salah satu bentuk pelestarian kegiatan pada Program Inovasi Desa (PID) yang sudah berakhir pada tahun yang lalu. Hal tersebut dinyatakan oleh Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna (TA TTG) P3MD Kabupaten Lampung Timur, Wahid Hamdan, S.Si., pada rapat koordinasi seluruh koordinator kecamatan pendamping desa Se-Kabupaten Lampung Timur bersama tenaga ahli di Kantor TPP P3MD Lampung Timur.

“Meskipun PID sudah berakhir, kita harus tetap melestarikan kegiatan-kegiatan PID, salah satunya adalah menggelar BID. BID menjadi wajib bagi desa yang tahun ini masih dan tetap menganggarkan BID dalam APBDes agar bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Wahid.

Wahid juga menambahkan bahwa kegiatan BID sebaiknya dilakukan secara serentak dan diikuti oleh seluruh desa di Lampung Timur.

“Masih banyak desa yang menganggarkan BID di Lampung Timur, jadi segera fasilitasi pelaksanaan BID mengingat saat ini sedang dalam masa pelaksanaan musrenbangdes. BID merupakan kegiatan pra-musrenbang seperti pelaksanaan rembuk stunting. Kami berharap walaupun ada desa yang tidak menganggarkan atau kemarin terjadi pemangkasan anggaran terkait penambahan BLT dan pengadaan masker, semua desa tetap dapat turut berpartisipasi, tinggal disusun bagaimana mekanismenya,” terang Wahid Hamdan.

Sementara menurut Riza Allatif, S.Sos., selaku koordinator TA P3MD Lamtim, sesuai arahan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur, pelaksanaan BID harus memperhatikan protokol kesehatan mengingat saat ini penyebaran Covid-19 di Lampung Timur masih dalam kondisi mengkhawatirkan dan patut diwaspadai.

“Sebaiknya kegiatan BID dilakukan secara daring sehingga tidak terlalu banyak terjadi kerumunan dan kontak antar peserta. Mengenai teknis daring silakan dibahas bersama, saat ini pelaksanaan kegiatan secara daring adalah pilihan yang paling tepat,” jelas Riza Allatif dalam sambutannya.

Setelah pelaksanaan rapat koordinasi ini diharapkan seluruh korcam pendamping desa dapat mensosialisasikan tentang rencana kegiatan BID ini kepada pendamping desa dan pendamping lokal desa di kecamatannya serta berkoordinasi dengan desa dampingan masing-masing untuk membahasa pelaksanaan BID dalam waktu dekat.

Tenaga Ahli (TA PP), Sari Nuryati, juga menambahkan bahwa desa harus menyesuaikan pelaksanaan BID dengan agenda musrenbangdes.

“Desa diharapkan menyelesaikan kegiatan musrenbangdes paling lambat di Bulan Oktober ini, bagi desa yang memang belum melaksanakan. Beberapa kecamatan di Lampung Timur bahkan sudah melaporkan bahwa sudah mulai melaksanakan musrenbangdes. Oleh sebab itu, pelaksanaan BID harus segera digelar, paling tidak sampai pertengahan Oktober 2020 ini,” pungkas Sari.

Mewakili pendamping desa, Ade Sriyanto, pendamping desa dengan julukan “kecil-kecil cabai rawit” dari Kecamatan Mataram Baru meyatakan siap mengikuti agenda yang disepakati.

“Sebagai pendamping kami siap mendampingi dan memfasilitasi pelaksanaan BID baik secara offline maupun online. Apapun pilihannya, kami siap mendampingi,” ujar Ade. (Aris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *