Perubahan PMK No. 205 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Desa 

Pendamping desa wajib membaca dan memahami semua regulasi tentang Dana Desa. (2020)

 

LAMPUNG TIMUR (dayadesainstitute.com) Kementerian Keuangan Republik Indonesia sedikit merubah ketentuan penyaluran Dana Desa (DD) untuk Tahun 2020. Selain itu, pemerintah juga mengubah formulasi perhitungan alokasi Dana Desa sesuai dengan ketentuan Undang-Undang (UU) APBN 2020.

Perubahan ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 205 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

Sejumlah perubahan pada PMK Nomor 205 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Desa yang sebelumnya yang tertuang dalam PMK 193 Tahun 2018, seperti perubahan pada besaran penyaluran Dana Desa untuk setiap tahapnya. Jika sebelumnya (2019 red) penyaluran Dana Desa dilakukan dengan skema 20:40:40 maka pada Tahun Anggaran 2020 skema penyaluran menjadi 40:40:20. Namun hal tersebut tidak untuk kategori Desa Mandiri. Untuk desa mandiri penyaluran hanya dua kali dengan skeman 60:40.

Dalam pasal 23, disebutkan bahwa penyaluran Dana Desa dibagi menjadi tiga tahap dengan ketentuan tahap I paling cepat disalurkan Bulan Januari dan paling lambat Bulan Juni sebesar 40%.  Tahap II paling cepat disalurkan Bulan Mei dan paling lambat minggu keempat Bulan Agustus sebesar 40%. Sedangkan untuk tahap III, disalurkan paling cepat Bulan Juli sebesar 20%.

Selain tahapan, kemenkeu juga melakukan perubahan formulasi perhitungan alokasi Dana Desa. Pagu Alokasi Dasar yang  sebelumnya 72% menjadi 69% dari anggaran Dana Desa yang dibagi secara merata kepada setiap desa secara nasional.  Alokasi Dasar adalah alokasi minimal dana desa yang diterima setiap desa secara merata berdasarkan persentase tertentu anggaran dana desa dibagi dengan jumlah desa secara nasional.

Selanjutnya  pagu alokasi afirmasi, dari sebelumnya 3% berubah menjadi 1,5% dari anggaran Dana Desa. Alokasi Afirmasi diperuntukkan bagi desa tertinggal dan desa sangat tertinggal yang mempunyai jumlah penduduk miskin tinggi.

Sedangkan  untuk alokasi formula, dari sebelumnya 25% menjadi 28% dari anggaran Dana Desa (naik). Alokasi Formula dibagi berdasarkan j umlah penduduk desa, angka kemiskinan desa, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis desa dengan bobot yang masih sama dengan peraturan sebelumnya.

Yang sangat berbeda yaitu penambahan alokasi baru, yaitu alokasi kinerja. Alokasi kinerja sebesar 1,5% dari anggaran Dana Desa yang diperuntukkan bagi desa yang memiliki kinerja terbaik. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *