Adiwarno Ciptakan Destinasi Wisata

LAMPUNG TIMUR – BATANGHARI (dayadesainstitute.com). “Sudah dua tahun ini, Tahun 2018 dan Tahun 2019, saya bersama perangkat desa dan masyarakat membangun embung ini agar dapat dimanfaatkan warga secara maksimal, terutama di bidang pertanian. Untuk Dana Desa, dua tahun ini sudah kami alokasikan ke embung, apalagi kami menginginkan fungsi embung ini bukan hanya sebagai tandon air petani, tetapi bisa terintegrasi ke bidang pariwisata juga. Kalau berhasil , mudah-mudahan embung wisata ini bisa sejahterakan warga kami,” tutur Gunaryo, Kepala Desa Adiwarno, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, di deretan pondok gazebo lokasi embung (01/20).

 Gerbang masuk Embung “Kali Temen” Desa Adiwarno.

Jika dilihat di lokasi embung, hingga saat ini memang masih tampak para pekerja yang sedang membenahi dan mempercantik embung, dari penanaman bunga, penanaman pohon, pengecatan, pembersihan, dan penataan ulang beberapa bangunan.

Menurut  Bunyamin, Sekretaris Desa Adiwarno, pembangunan yang menggunakan anggaran Dana Desa Tahun 2019 sudah selesai 100% pada Desember 2019.

“Kalau untuk DD sudah beres 100%, tetapi kalau saat ini ke lokasi embung, memang masih ada masyarakat yang bekerja. Mereka adalah pengurus BUMDesa dan masyarakat yang nantinya bakal mengurus embung. Sebisa mungkin semua kami libatkan, bahkan mahasiswa yang sedang KKN di Desa Adiwarno pun kami dilibatkan untuk membantu mempercantik embung. Minimal ada sumbangan ide dan pemikiran,” terang Bunyamin.

Kepala Desa Adiwarno, Gunaryo, atau lebih akrab dengan panggilan Pak Gun, sangat menginginkan suksesnya pembuatan embung wisata.

“Sektor wisata yang memiliki peluang mendongkrak pendapatan desa kami. Pariwisata pasti melibatkan banyak warga masyarakat Desa Adiwarno, akan banyak peluang usaha nantinya. Tahun 2020  rencananya akan dibuka, makanya sampai saat ini masih terus berbenah. Untuk pengelolaan embung wisata, nanti akan diserahkan kepada BUMDesa (Badan Usaha Milik Desa) agar masyarakat bisa benar-benar merasa memiliki dan turut serta dalam unit usaha desa,” ujar Gunaryo.

       Kepala Desa Adiwarno, BPD, dan Pendamping Desa Kec.               Batanghari sharing terkait pariwisata di lokasi embung.

Sesuai Permendesa No.04 Tahun 2015 yang mengatur perihal BUMDesa, pembangunan dan integrasi fungsi embung sebagai destinasi wisata sangatlah sinkron dengan tujuan pendirian BUMDesa. BUMDesa harus bisa meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mampu mendongkrak pendapatan asli desa (PADes). Tujuan BUMDes tersebut sangatlah mungkin dicapai jika pengelolaan embung wisata ini benar-benar mendapat perhatian, baik dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan hingga pemerintah pusat.

Gunaryo juga menambahkan bahwa dalam membangun sebuah destinasi wisata tidaklah mudah, anggaran yang dibutuhkan juga besar selain banyak hal lainnya yang harus diperhatikan. Namun, kepala desa yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI Kecamatan Batanghari ini yakin mampu mewujudkan itu dengan dukungan masyarakat.

“Kami tetap berkomitmen merealisasikan mimpi memiliki embung wisata walaupun anggaran yang dikeluarkan relatif besar. Ini juga amanah masyarakat dalam musdes. Makanya strategi yang kami lakukan adalah pembangunan secara bertahap sehingga masih bisa mengakomodir usulan masyarakat yang lain. Mudah-mudahan di Tahun 2020 ini embung bisa dibuka untuk umum. Kami juga mengharapkan pembinaan, pendampingan, saran, ide kreatif, gagasan, dan dukungan dari semua pihak,” ujar Gunaryo antusias.

Sementara menurut Sulistiyo, Ketua BUMDesa “Ngudi Makmur” Desa Adiwarno, membenarkan apa yang disampaikan Pak Gun. BUMDesa Ngudi Makmur siap menjalankan amanah untuk mengelola embung wisata secara serius.

“Saya pribadi dan pengurus BUMDesa memang sudah diajak bicara soal pengelolaan embung wisata ini oleh Pak Gun. Kami juga sudah melakukan musyawarah bersama BPD mengenai rencana pembuatan embung menjadi embung wisata. Saat ini tinggal persoalan manajemen dan pengelolaan. Jika masyarakat mendukung, itu adalah kekuatan besar buat suksesnya pengelolaan embung wisata ini,” ujar Sulistiyo.

Selaku Ketua BUMDesa, Sulistiyo menyatakan siap mendukung program-program desa, apalagi program ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan unit usaha desa.

“Saya siap mengelola, tetapi saya juga tidak mau sendiri. Masyarakat dan semua pihak harus turut mendukung. Saya juga berharap ada pembinaan yang khusus mengenai pariwisata karena bagi saya masih merupakan hal baru. Sekarang masih terus mencari referensi dan ide-ide kreatif di samping terus belajar mengenai pengelolaan BUMDes,” ujar Sulis bersemangat.

Embung direncanakan buka di Tahun 2020.

Untuk Tahun Anggaran 2020, Desa Adiwarno diyakinkan masih mengalokasikan untuk embung. Hal itu juga yang disampaikan oleh Aan Setiawan, ST, selaku Pendamping Desa Tenaga Teknik Kecamatan Batanghari.

“Tahun 2020 Desa Adiwarno pasti menganggarkan untuk embung karena itu sudah menjadi komitmen desa di Bursa Inovasi Desa Tahun 2019 dan itu wajib dilaksanakan. Kami mendukung sepenuhnya untuk pembangunan embung wisata ini. Kami akan melakukan pendampingan khusus, tim pendamping sudah membicarakan itu, baik pendampingan di bidang teknik infrastruktur maupun bidang pemberdayaan dan administrasi pengelolaan BUMDes nantinya,” tutur Aan.

Kepala Desa dan BPD Adiwarno membenarkan bahwa pada saat pelaksanaan Bursa Inovasi Desa Bulan Mei Tahun 2019 lalu, Kepala Desa bersama BPD dan Tokoh Masyarakat sudah menyatakan komitmen bahwa Tahun 2020 masih menganggarkan untuk pembangunan embung. Komitmen tersebut sudah disampaikan secara tertulis dan diserahkan kepada panitia BID untuk diteruskan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Kementerian Desa PDTT.

“Tidak masalah bagi kami, bahkan memang itu niat kami, ini adalah kegiatan pembangunan investasi. Besarnya Dana Desa yang kami keluarkan untuk pembangunan embung wisata ini, nantinya akan kembali dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Desa Adiwarno,” pungkas Gunaryo. (red-1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *