Pagelaran Wayag Kulit Dalang Kunto Guritno, S.Sn. pada HUT Desa Bumimas Ke-79

Lestarikan Seni Budaya, Bumimas Gelar Wayang Kulit di HUT Desa Ke-79

LAMPUNG TIMUR – BATANGHARI (Daya Desa Institute). “Generasi muda saat ini sudah banyak yang melupakan seni budaya warisan leluhur. Oleh sebab itu, di Hari Ulang Tahun Desa Bumimas Ke-79 ini kami menggelar seni wayang kulit untuk mengenalkan kembali dan menjaga kelestarian seni budaya leluhur tersebut. Wayang kulit merupakan warisan budaya yang telah diakui dunia. Saat ini bahkan sudah ditetapkan ada Hari Wayang Kulit Sedunia. Mungkin banyak dari masyarakat yang belum mengetahui,” tutur Yoga Trismawan, S.Pd., selaku Kepala Desa Bumimas, dalam sambutannya saat membuka acara Pagelaran Wayang Kulit di Lapangan Merdeka Desa Bumimas, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, pada Sabtu malam, 26 Oktober 2019.

Pembukaan pagelaran wayang kulit ini dihadiri oleh Forkopincam Kecamatan Batanghari, kepala desa beserta perangkat desa Se-Kecamatan Batanghari, anggota dewan, dan ratusan masyarakat baik dari Desa Bumimas maupun dari desa-desa sekitar. Acara pembukaan diisi dengan sambutan-sambutan untuk memotivasi, penyampaian sejarah Desa Bumimas, dan pemberian santunan kepada warga masyarakat.

Pagelaran wayang kulit dengan Dalang Kunto Guritno, S.Sn. bersama bintang tamu Ki Kantong (Petruk) dari Kota Metro ini direncanakan digelar semalam suntuk.

Menurut Ketua Panitia Suroto, pagelaran wayang kulit ini hanya salah satu dari beberapa rangkaian acara HUT Desa Bumimas Ke-79, bahkan rangkaian awal sudah dimulai dari awal Bulan Oktober ini. 

“Perayaan ulang tahun desa ke-79 ini terdiri dari berbagai acara, dimulai dari Open Turnament Sepakbola (09-24/10), Doa Bersama (25/10), Pagelaran Wayang Kulit (26/10), dan diakhiri dengan acara Senam, Jalan Santai, serta Pagelaran Seni Kuda Lumping (27/10). Mudah-mudahan acara berjalan lancar dan dapat menjadikan masyarakat Desa Bumimas lebih maju sekaligus mampu mempertahankan tradisi hingga tahun-tahun mendatang,” terang Suroto.

Sementara menurut Kasi PMD Kecamatan Batanghari, Ahmad Sabur, S.IP., yang juga menghadiri pagelaran wayang kulit hingga larut malam, acara semacam ini patut untuk dikembangkan dan dibudayakan.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya terselenggaranya kegiatan-kegiatan semacam ini. Selain untuk hiburan dan ajang silaturahmi, kegiatan ini bisa untuk media pembelajaran bagi generasi-generasi penerus, terutama terkait sejarah dan pelestarian budaya serta tradisi,” ujar Ahmad Sabur. (Aris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *